News

JAKARTA – Ketua Asprov PSSI DKI Jakarta, Uden Kusuma Wijaya melantik ASKOT PSSI Jakarta Timur Bangun Salmon Siagian periode 2018-2022 di Hive Jakarta Timur, Minggu (8/7/2018).
Bangun Salmon Siagian terpilih dalam pemilihan ASKOT PSSI Jakarta Timur di Aula Bea Cukai, Jakarta Timur, 12 Mei lalu.
Ia mendapat 18 suara mengalahkan Suryadi yang hanya kebagian 6 suara dari total 25 suara.
“Saya berharap banyak dengan Askot Jakarta Yimur. Saya lahir dan besar di Jakarta Timur. Semangat yang luar biasa Ketua Umum dan jajarannya, semoga akan membawa kebaikan untuk sepak bola Jakarta Timur,” ungkap Uden Kusuma Wijaya saat melantik dan mengukuhkan pengurus Asosiasi Kota PSSI Jakarta Timur masa bakti 2019-2022 dibawah kepemimpinan Ketua Umum Bangun Salmon Siagian, SH. MH, di Jakarta, Minggu (8/7).
Mantan Manajer tim Bhayangkara FC itu mengakui, Askot PSSI Jakarta Timur adalah barometer sepak bola di Jakarta, namun sejak kepergian Ketua Umum pak Tedjo (GH Sutedjo), kepengurusan mengalami kevakuman dan mandeknya kompetisi.
“Mudah-mudahan dibawah kepengurusan pak Salmon, sepak bola Jakarta Timur akan kembali menjadi barometer dan mampu memacu askot lainnya untuk sama-sama mengembambangkan sepak bola Jakarta. Harapan saya pak Salmon dapat memeunuhi ekspektasi saya ini. Kepada pengurus lainnya, bantu pak Salmon untuk sepak bola Jakarta Timur. Kami ingin agar Jakarta Timur mampu berkontribusi dalam pembentukan Tim PON 2020 DKI Jaya yang membidik target juara,” urai Uden Kusuma Wijaya.
Uden Kusuma Wijaya berpesan agar klub-klub di Jakarta segera menyiapkan pemain untuk seleksi Tim sepak bola PON DKI Jakarta.
“Saya ingin sepak bola DKI target juara di PON Papua 2020,” tuturnya.
Menanggapi hal itu, Bangun Salmon Siagian mengatakan bahwa target jangka pendek organisasinya adalah berkontribusi pemain sebanyak-banyaknya di Tim Sepakbola DKI Jaya yang akan tampil di ajang PON 2020 Papua.
“Jika perlu semua pemainnya berasal dari Jakarta Timur,” katanya usai pelantikan.

Dalam kesempatan itu ia juga berjanji untuk membenahi Askot PSSI Jakarta Timur dan segera menggelar kompetisi di semua level usia.
“Saya akan menghidupkan kompetisi dan berusaha membuat terobosan dengan menghadirkan sponsorship untuk sepak bola Jakarta Timur,” ujarnya.
Salmon menambahkan, akan mengumpulkan 25 voter klub-klub anggota PSSI Jakarta Timur untuk membahas turnamen dan kompetisi untuk kelompok usia 15, 17 dan 19 tahun dalam waktu dekat. Tujuannya adalah melakukan kompetisi usia 15 dan 17, kemudian akan disaring untuk program Pekan Olahraga Nasional (PON) untuk KU- 19.
“Dengan kompetisi yang berjenjang kami berharap pemain Jakarta Timur akan mewakili Jakarta berlaga di PON Papua 2020. Program kami adalah mengutamakan kebersamaan agar 25 klub PSSI Jakarta Timur bisa bersinergi untuk memajukan untuk sepak bola Jakarta dan menjadi barometer. Seluruh pengurus dan klub berjanji dan bertekad untuk memajukan sepak bola Jakarta Timur,” paparnya
Usai ditinggalkkan oleh GH Sutedjo (Alm) dan adanya perbedaan kepengurusan ditingkat nasional PSSI Jakarta Timur ibarat ayam kehilangan induknya, karena itu, Salmon juga berjanji kepengurusan yang baru ini akan kembali mengembalikan marwah sepak bola dengan kembali menggulirkan kompetisi dan turnamen di bawah Asprov DKI Jakarta.
“Kami ini adalah bagian Asprov. Askot akan menjalankan program Asprov dan mendukung penuh kepemimpinan pak Uden yang kami pilih,” kata Salmon
Ketua baru Askot PSSI Jakarta Timur Salmon merupakan pengacara yang juga pengusaha muda property.

Artikel ini telah terbit di tribunnews.com pada 18 Juli 2018

Share

Leave a Reply